TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Dalam
ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para
calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan
permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di
pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi
mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka
di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi model dan teori
ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang
kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang
diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga
terciptalah keseimbangan ekonomiantara harga dan kuantitas. Model ini
mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan,
yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari
permintaan atau penawaran.
PERMINTAAN
Permintaan
adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada
berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.
Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
- Permintaan absolut (absolut demand).
Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap
barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang
tidak bertenaga beli.
- Permintaan efektif (effective demand)
Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang
dan jasa yang disertai kemampuan membeli.
Hukum
permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan
cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan :
“apabila harga mengalami
penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila
harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang.”
Dalam
hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat
harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya
jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli
semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.
Contoh hukum permintaan pada saat ini :
a. Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe
tahu cenderung beralih menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan
ada pengusaha yang sampai gulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku
pembuatan tempe dan tahu tersebut.
b. Begitu pula dengan naiknya harga bawang,
mahalnya harga bawang berdampak pada kurangnya minat ibu rumah tangga untuk
membeli banyak bumbu dapur yang satu ini.
Jenis-jenis permintaan
a.Berdasarkan daya beli
1)Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap barang atau jasa yang disertai
daya beli dan melakukan transaksi.
2)Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap barang atua jasa yang
disertai daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum
dilakukan transaksi)
3)Permintaan absolute, yaitu permintaan terhadap barang/jasa yang tidak
disertai daya beli.
b.Berdasarkan jumlah yang melakukan permintaan
1)Permintaan individu adalah permintaan seseorang terhadap barang/jasa untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
2)Permintaan kelompok adalah permintaan dari sekelompok orang atau masyarakat
pada saat yang bersamaan (penjumlahan permintaan individu)
1.
Selera
Apabila selera konsumen terhadap suatu barang
dan jasa tinggi, maka akan diikuti dengan permintaan jumlah barang dan jasa
yang meningkat, demikian sebaliknya.
Contoh : Permintaan konsumen terhadap smartphone
sedang meningkat, seperti Blackberry, iphone, Android, tablet. Bahkan kita bisa
menjumpai konsumen yang mempunyai lebih dari-1 barang berteknologi tinggi
di jaman sekarang ini.
2.
Pendapatan
konsumen
Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin
tinggi juga daya beli nya, begitu pula sebaliknya.
Contoh : Orang yang pendapatannya tinggi,
kebutuhannya akan semakin banyak pula. Seperti penyanyi Syahrini, kebutuhannya
sangatlah banyak, mulai dari kebutuhan kostum panggung, kebutuhan perawatan
diri, serta kebutuhan lain yang menunjang penampilannya.
3.
Harga Barang Jasa Pengganti
/ Pelengkap
Adanya barang pengganti akan berpengaruh
terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang
pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.
Contoh : Kompor dan minyak tanah adalah salah
satu yang saling melengkapi. Jika harga minyak tanah terus menerus naik, maka
konsumen akan beralih menggunakan kompor dan gas yang harganya relatif stabil.
4.
Intensitas
Kebutuhan Konsumen
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya
kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan.
Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan
sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah
permintaan berbeda.
Contoh : Menjelang lebaran kebutuhan seperti
daging, ketupat dan pakaian jumlah permintaannya akan meningkat di banding
dengan hari-hari biasa.
5. Pendapatan
masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan
daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi
kualitas maupun kuantitas permintaan
6. Distribusi
Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah
permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya
diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah
permintaan akan turun.
7. Pertambahan
penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi
jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan
meningkat.
Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat
hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh
para pembeli. Kurva permintaan dibuat berdasarkan data riil di masyarakat
tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang
disajikan dalam bentuk table.
Contoh :
Tabel permintaan untuk produk es
krim. Tabel tersebut di bawah menunjukkan berbagai kombinasi jumlah es krim
yang dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga.
Pada tabel tersebut dapat dilihat
bahwa ketika harga es krim $0.00; jumlah es krim yang dibeli konsumen adalah
12. Namun, ketika harga es krim meningkat menjadi $0.50; jumlah es krim yang
dibeli konsumen turun menjadi 10, dan seterusnya hingga harga es krim $3.00 dan
jumlah es krim yang dibeli konsumen 0.
Apabila
tabel permintaan tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, maka akan membentuk
kurva permintaan sebagai berikut:
Kondisi-kondisi
tersebut berlaku dengan syarat “Cateris Paribus” atau apabila kondisi hal-hal
yang lain tetap sama (all other things being equal).
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya
menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva yang demikian di sebabkan oleh
sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta, yang mempunyai sifat
hubungan yang terbalik
Fungsi permintaan adalah fungsi
yang menunjukkan hubungan antara variabel harga (P) dengan variabel jumlah
barang (Q) yang diminta. Fungsi permintaan sesuai dengan hukum permintaan yang
menyatakan bahwa bila harga naik maka jumlah permintaan turun, dan bila harga
turun maka jumlah permintaan naik. Dengan demikian, hubungan antara harga
barang dengan jumlah barang yang diminta adalah negatif atau berbanding
terbalik. Bentuk umum fungsi permintaan adalah:
Untuk menentukan fungsi
permintaan atau persamaan kurva penawaran dapat dicari dengan menggunakan
rumus:

Contoh:
Jika harga barang Rp80,00 per unit, maka jumlah permintaan 10 unit. Dan jika
harga barang Rp60,00 per unit, maka jumlah permintaan 20 unit. Tentukan
persamaan fungsi permintaan dan gambarkan kurvanya!
Untuk menggambar grafik
fungsi permintaan,caranya dengan menentukan titik potong terhadap sumbu P dan
sumbu Q, yaitu:
Kurva
permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa
artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan
mengalami perubahan/pergeseran.
Contoh:
Pendapatan Konsumen
Untuk barang normal, apabila
pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan meningkat
pula dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
Sedangkan untuk barang inferior,
apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan
turun dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
Apabila digambarkan dalam sebuah
kurva, berturut-turut adalah sebagai berikut:
Pergeseran Kurva Permintaan ke Kanan (Barang
Normal)
Kesimpulan:
- Pergerakan di sepanjang kurva
permintaan disebabkan oleh harga produk yang bersangkutan.
- Pergeseran kurva permintaan
disebabkan oleh berbagai faktor selain harga produk tersebut.
1. Perubahan Harga
Perubahan
harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan
bergeser ke kiri.
b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan
bergeser ke kanan.
Contoh 1:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.
Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50
unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada
saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70
unit.
2. Perubahan Pendapatan Masyarakat
Pendapatan
masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.
a. Jika pendapatan masyarakat
naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan kurva permintaan akan bergeser
ke kanan.
b. Jika pendapatan masyarakat
turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan kurva permintaan akan
bergeser ke kiri.
Contoh 2:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat.
Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah
yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik
menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30
unit.
Dari data-data yang menunjukkan perubahan
berikut, cobalah buatkan kurvanya. Pada saat harga Rp.550,00 jumlah unit yang
diminta sebesar 950 unit. Harga naik menjadi Rp.700,00 jumlah unit yang diminta
turun menjadi 750 unit. Pada saat harga turun dari Rp.550,00 menjadi Rp.350,00
jumlah yang diminta naik menjadi 1.300 unit.
ELASTISITAS PERMINTAAN
Pengertian Elastisitas Permintaan
Elasstisitas permintaan adalah suatu alat atau konsep yang digunakan untuk
mengukur derajat kepekaan atau respon perubahan jumlah atau kualitas barang
yang dibeli sebagai akibat perubahan factor yang mempengaruhi. Dalam hal
ini pada dasarnya ada tiga variable pertama yang mempengaruhi, maka dikenal
tiga elastisitas permintaan, yaitu: “Elastisitas Harga Permintaan,
Elastisitas Silang, Dan Elastisitas Pendapatan”.
Elastisitas
Harga Permintaan
Elastisitas
harga permintaan adalah derajat kepekaan atau respon jumlah permintaan akibat
berubahan harga barang atau dengan kata lain merupakan perbandingan dari pada
presentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan
dengan harga dipasar, sesuai dengan hokum permintaan, dimana jika harga naik,
maka kuantitas barang turun dan sebaliknya.
Dalam
analisis, elastisitas harga permintaan lebih kerap dinyatakan sebagai elastisitas permintaan.Nilai
perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan persentasi
perubahan harga disebut koefisien
elastisitas permintaan.
a.
Rumus perhitungan
Elastisitas
permintaan digunakan untuk menjelaskan tingkat kepekaan permintaan suatu barang
terhadap perubahan harga barang tersebut.Angka yang mengukur besarnya pengaruh
perubahan harga atas perubahan jumlah barang yang diminta disebut koefisien
elastisitas permintaan, dilambangkan Ed.
Adapun rumusnya :
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah permintaan
ΔP : perubahan harga barang
P : harga mula-mula
Q : jumlah permintaan mula-mula
Ed : elastisitas permintaan
Contoh:
Pada saat harga Rp400,00
jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00
jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!
Jawab:
Haruslah diingat, elastisitas
permintaan harus digambarkan dengan angka negative sebagai tanda adanya hubungan
negative antara perubahan harga dengan permintaan.
Macam-Macam
Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan terdiri atas lima macam.
Keterangan:
% ΔQd = Persentase
perubahan jumlah barang yang diminta
% ΔPd = Persentase
perubahan harga barang
b.
Kurva Elastisitas Permintaan
|
|
Kurva
Elastisitas Permintaan
|
c.
Menghitung Elastisitas Permintaan secara Matematis
Dari
rumus elastistas:
menunjukkan,
bahwa:
adalah
turunan pertama dari Q atau Q1.
Contoh 1:
Fungsi permintaan suatu
barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 – -P. Tentukan besar elastisitas
permintaan pada tingkat harga P = 80!
Jawab:
Jika P = 80, maka Q = 50 – 1/2 (80)
Q = 50 – 40
Q = 10
Contoh 2:
Diketahui fungsi permintaan P = 100 – 2Q. Hitung elastisitas permintaan pada
tingkat harga P = 50!
Jawab:
Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaraan
(elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya
jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang
yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien
elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan
jumlah barang yang ditawarkan dengan perubahan harganya. Besar kecilnya
koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai
berkut.
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah penawaran
ΔP : perubahan harga barang
P : harga barang mula-mula
Q : jumlah penawaran mula-mula
Es : elastisitas penawaran
Contoh:
Pada saat harga Rp500,00
jumlah barang yang ditawarkan 40 unit, kemudian harga turun menjadi Rp300,00
jumlah barang yang ditawarkan 32 unit. Hitunglah besarnya koefisien elastisitas
penawarannya!
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan
1. Ada beberapa faktor yang menentukan
elastis harga permintaan, yaitu:
a.
Tersedia atau tidaknya barang pengganti dipasar
b.
Jumlah pengguna atau tingkat kebutuhan dari barang tersebut
c. Jenis barang dan pola preferensi
konsumen
d. Periode waktu yang tersedia untuk
menyesuaikan terhadap perubahan harga atau priode waktu penggunaan barang
tersebut
e.
Kemampuan relative anggaran untuk mengimpor barang
2.
Elastisitas akan besar bilamana:
a.
Terdapat banyak barang subtitusi yang baik
b.
Harga relative tinggi
c.
Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
3.
Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana:
a. Benda tersebut digunakan dengan
kombinasi benda lain
b.
Barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga
yang rendah
c. Untuk barang
tersebut tidak terdapat barang-barang subtitusi yang baik dan benda tersebut
sangat dibutuhkan.
PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah
barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam
rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
“Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan
akan naik,
Bila tingkat harga turun
maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun“
Hukum penawaran berlaku apabila dalam
kondisi cateris paribus
yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah tetap.
Dalam
hukum penawaran, semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin
banyak. Sebaliknya, semakin rendah harga barang, jumlah yang ditawarkan semakin
sedikit juga
Macam –
macam penawaran
1. Penawaran elastis ( E > 1 ), penawaran
elastis adalah penawaran yang kefisien elastisitas penawarannya lebih besar
dari pada 1.
2. Penawaran inelastic ( E < 1 ),
penawaran inelastis adalah penawaran yang koefisien elastisitasnya penawarannya
lebih kecil dari pada 1.
3. Penawaran elastis uniter ( E = 1 ),
penawaran elastic uniter adalah penawaran yang koefisien penawarannya sama
dengan 1.
4. Penawaran elastis sempurna ( E = Tak
hingga ), penawaran elastis sempurna adalah penawaran yang koefisien
elastisitas penawarannya sama dengan tak hingga
5. Penawaran inelastis sempurna ( E = 0 ),
penawaran inelastis sempurna adalah penawaran yang koefisien elastisitas
penawarannya sama dengan 0. Artinya penjual sama sekali tidak dapat menambah
penawarannya walaupun harga bertambah tinggi.
Kurva penawaran
Kurva penawaran adalah kurva yang
menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang
tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurva ini dibuat atas dasar data real
mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut
yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran).
Penjualan Toko Beras Untung Jaya
Harga Beras (Rp/Liter)
|
Penjualan (Liter)
|
4500
|
35
|
5000
|
40
|
5500
|
45
|
6000
|
50
|
9000
|
55
|
11000
|
60
|
Gambaran data disamping bila disajikan didalam kurva

Kurva Penjualan Beras di Toko Untung Jaya
Penjelasan Tabel. Pada kurva penjualan beras terlihat bahwa garis bergerak dari
kiri bawah ke kanan atas. Hal ini menunjukkan bahwa arah garis pada kurva
(slope) positif yang berarti jumlah barang yang ditawarkan kepada konsumen berbanding
lurus dengan harga barang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa “Semakin tinggi
harga, maka semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan”.
Fungsi
Penawaran
Fungsi
penawaran adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dengan
jumlah barang (Q) yang ditawarkan. Fungsi penawaran harus sesuai dengan hukum
penawaran yang menyatakan bahwa Bila harga barang naik, maka jumlah
penawarannya bertambah dan bila harga barang turun, maka jumlah penawarannya
berkurang.
Dengan demikian, hubungan
antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan adalah positif atau
berbanding lurus. Bentuk umum fungsi penawaran adalah
Untuk mencari persamaan fungsi
penawaran, rumusnya sama dengan rumus menentukan fungsi permintaan, yaitu
Contoh:
Pada saat harga Rp60,00 per unit,
jumlah penawarannya 20 unit. Dan jika harga Rp80,00 per unit, jumlah
penawarannya 30 unit. Tentukan fungsi penawaran dan gambarlah kurvanya!
Untuk membuat grafik fungsi
penawaran, caranya dengan menentukan titik potong terhadap sumbu P dan sumbu Q,
yaitu:
Pergeseran
Kurva Penawaran
Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif artinya variable –
variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri
bawah ke kanan atas.
Untuk membuat kurva penawaran kita gunakan tabel yang ada
sebelumnya. Dibawah ini adalah kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke
kanan atas. Kurva penawaran mempunyai slope positif, artinya jumlah barang yang
ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin
banyak jumlah barang yang ditawarkan.
Faktor-faktor penawaran
Penawaran dan produksi mempunyai
hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan
produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang
mempengaruhi penawaran.
- Harga
barang itu sendiri
Apabila harga barang yang
ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan
meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang
ditawarkan penjual juga akan turun.
Misalnya jika harga sabun mandi
meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang
penjual tawarkan akan meningkat pula.
- Harga
barang pengganti
Apabila harga barang pengganti
meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual
berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang
ditawarkan, karena harganya lebih rendah.
Contohnya : harga kopi meningkat
menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual
lebih banyak menjual teh.
- Biaya
produksi
Biaya produksi berkaitan dengan
biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan
baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan
sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang
diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya
dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi.
Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan
produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.
- Kemajuan
teknologi
Kemajuan teknologi sangat
berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi
yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa.
Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi
dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak.
Misalnya untuk menghasilkan 1 kg
gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar
Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin
yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi
Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg.
Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
- Pajak
Pajak yang merupakan ketetapan
pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya
harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan
berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
- Perkiraan
harga di masa depan
Perkiraan harga di masa datang
sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan
harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka
perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Misalnya pada saat krisis
ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap.
Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena
takut tidak laku.
Di antara faktor-faktor di atas,
harga barang dianggap sebagai faktor terpenting dan sering dijadikan acuan
untuk melakukan analisis penawaran. Harga berbanding lurus dengan jumlah
penawaran. Jika harga tinggi, maka produsen akan berlomba-lomba menjajakan
barangnya sehingga penawaran meningkat. Sementara itu, jika harga turun, maka
produsen akan menunda penjualan atau menyimpan produknya di gudang sehingga jumlah
penawaran akan berkurang.
ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas
Penawaran
Elastisitas
penawaran ialah perbandingan antara seberapa besar perubahan jumlah barang yang
ditawarkan sebagai akibat dari perubahan harga.
Macam-Macam
Elastisitas Penawaran
Seperti halnya elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga terdapat lima
macam, yaitu:
Keterangan:
% ΔQs : Persentase
perubahan jumlah barang yang ditawarkan
% ΔPs : Persentase
perubahan harga barang
b.
Kurva Elastisitas Penawaran
|
Kurva
Elastisitas Penawaran
|
Cara
praktis menentukan besarnya elastisitas tanpa mencari turunan Q atau Q1, yaitu:
1)
Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a – bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ
(fungsi Penawaran), maka rumus elastisitasnya adalah sebagai berikut.
Contoh 1:
Diketahui fungsi permintaan
P = 100 – 2Q. Hitung elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 50, maka
50 = 100 – 2Q
2Q = 50
Q = 25
Contoh 2:
Diketahui fungsi penawaran
P = 100 + 2Q. Hitunglah elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 500!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 500, maka
500 = 100 + 2Q
-2Q = -400
Q = 200
Contoh 3:
Diketahui Fungsi penawaran
P = -100 + 2Q. Hitung elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 400!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 400, maka
400 = -100 + 2Q
-2Q = -500
Q = 250
2)
Jika persamaan fungsi menunjukkan Q = a – bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP
(fungsi penawaran), maka rumus elastisitasnya adalah sebagai berkut.
Contoh 1:
Fungsi permintaan suatu
barang ditunjukkan oleh persamaan Q =50 – 1/2 P.
Tentukan besar elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 80!
Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 80, maka Q =50 – 1/2 (80)
Q = 50 – 40
Q = 10
Contoh 2:
Fungsi penawaran suatu
barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 + 2P. Tentukan besar elastisitas
penawaran pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 50, maka Q = 50 + 2(50)
Q = 50 + 100
Q = 150
Jenis-jenis
elastisitas penawaran
- Penawaran
tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun,
sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
- Penawaran
tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya
perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap
penawaran.
- Penawaran uniter elastis :
elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama
dengan perubahan harga.
- Penawaran elastis : elastisitas
> 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan
harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar
terhadap penawaran.
- Penawaran elastis sempurna :
elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai
berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu
menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada
limit kapasitas produksi.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi elastisitas penawaran
1. Barang hasil
pertanian bersifat inelastis karena sukar untuk dikurangi atau ditambah dengan
segera bila terjadi perubahan harga sebaliknya barang hasil industri lebih
bersifat elastis.
2. Dalam jangka
pendek, jika terjadi perubahan harga maka produsen sulit untuk mengubah barang
yang ditawarkan sehingga penawarannya bersifat inelastis. Sebaliknya dalam
jangka pendek dimana produsen mampu mengubah biaya tetap maka sifat
penawarannya lebih elastis.
3. Munculnya atau
menghilangnya produk saingan.
4. Adanya terobosan
untuk membuat barang baru.
Ada dua faktor yang dikatakan
sangat penting didalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu: sifat dari
perubahan biaya produksi dan jangka waktu dimana penawaran tersebut dianalisis.
Elastisitas
penawaran juga tergantung kepada waktu, apabila harga berubah, para ahli
ekonomi membedakan tiga waktu atau masa bagi produsen dalam rangka menyesuaikan
jumlah barang yang akan ditawarkan dengan perubahan harga tersebut. Adapun tiga
waktu tersebut adalah:
- Tiga immediate Run/
Momentary Period/ M,arket Period, suatu priode waktu yang sangat
pendek, dimana jumlah barang yang terdapat dipasar tidak dapat dirubah,
yaitu hanya sebanyak yang ada dipasar, kurva penawarannya in elastis
sempurna.
- The short run, adalah
suatu priode waktu yang cukup panjang bagi suatu perusahaan untuk
memproduksi barang, tetapi tidak cukup panjang untuk mengembangkan
kapasitas atau masuk pasar bagi perusahaan baru, sehingga out put hanya
dapat dikembangkan sebatas kapasitas yang ada, bentuk kurva penawaran
unity.
- The
long run, adalah suatu priode waktu yang sangat panjang
bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar dan bagi perusahaan lama
untuk membuat perencanaan untuk mengembangkan perusahaan yang lebih
memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan harga, bentuk kurva
penawarannya lebih elastis.
Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang akan dikonsumsi dan dijual. Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahan di sisi permintaan atau penawaran.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu
dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak
atau simultan.
CONTOH :
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran atau
Qd = Qs.
1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).
Penyebab terjadinya kegagalan pasar
a. Informasi tidak sempurna: Tidak
tahu persis kualitas barang
b. Daya monopoli
c. Eksternalitas : Keuntungan
atau kerugian yang dinikmati atau diderita pelaku ekonomi sebagai akbibat
tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak dapat dimasukkan dalam
perhitungan biaya secara formal
d. Barang publik
e. Barang altruism : barang
yang ketersediaannya secara sukarela karena rasa kemanusiaan.
Dengan
Data Permintaan dan Penawaran seperti
Maka
gambar Kurva Permintaan dan Penawarannya adalah :