Rabu, 18 Februari 2015

materi virus kelas x lengkap

materi virus kelas x lengkap

VIRUS
   A.Sejarah Virus
          Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
          Pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

   B.Pengertian dan Ciri-Ciri Virus
          Kata virus berasal dari bahasa latin virion yang berarti racun, yang pertama kali digunakan di Bahasa Inggris tahun 1392.Virus adalah organisme aseluller( tidak memeliki sel) Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma.

Ciri-ciri Virus
- Berukuran ultra mikroskopis
- Parasit sejati/parasit obligat
- Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
- Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
- Dapat dikristalkan
- Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
- Berukuran ultra mikroskopis
- Parasit sejati/parasit obligat
- Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
- Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
- Dapat dikristalkan
- Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup

C.Struktur dan Anatomi Virus
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

a. Kepala
          Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

b. Kapsid
          Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

c. Isi tubuh
          Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

d. Ekor
          Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.

          Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.

          Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

          Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

     D.Klasifikasi Virus
          Virus dapat diklasifikasi menurut morfologi, tropisme dan cara penyebaran, dan genomik fungsional.
  • Klasifikasi virus berdasarkan morfologi
Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :



  1. Virus DNA
·         Hepadnaviridae (hepatitis B)
·         Bagteriofage T4
·         Paramyxoviridae (mosbilivirus) : rabies, vertebrata
·         Circoviridae (ayam) : chicken anemia virus
  1. Virus RNA

·         Ebola
·         Virus Influenza
·         TMV
·         HIV
·         H5N1
·         Flu Burung
·         H1N1

  1. Virus berselubung
  2. Virus non-selubung
  • Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran
Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran, virus dibagi menjadi:
  1. Virus Enterik
  2. Virus Respirasi
  3. Arbovirus
  4. Virus onkogenik
  5. Hepatitis virus
  6. Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
1.      Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
2.      Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
3.      Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
4.      Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
5.      Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
6.      Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara
7.      Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

     E.Perkembangbiakan Virus
          Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk hidup lain, yaitu bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi.

1. Tahap-tahap Perkembangbiakan Virus
Daur virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik.

Daur litik (litic cycle)

1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
          Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.

2. Fase Injeksi (memasukkan asam inti) → penetrasi
          Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.

3. Fase Sintesis (pembentukan)
          DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.

4. Fase Asemblin (perakitan)
          Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.
5. Fase Litik (pemecahan/pelepasan sel inang)
          Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, akhirnya virus akan mencari inang baru.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivOSpsMD9RRmqoG1kf-jfnMymcMqcJSzTqasOohv5jJ9arThijxO3cJBe2VIhCoIUFYBEQ3bJcOsZIJbnGQlwUhyphenhyphenAPJ5PT55pCd2VeYjcgm04OBpnJke6DcHaSDezKvitUBROJrQpnJw0/s400/scan+bowo+2.jpg
Daur Litik


Daur lisogenik (lisogenic cycle)

1. Fase Adsorbsi
          Menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada daerah reseptor (penerima) yang khusus


2. Fase Injeksi
          Masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang

3. Fase Penggabungan
          Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus.

4. Fase Pembelahan
          Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIhDbThIMvNM7ofjba5-Mzyt62atyu2pMJBVw_ahCESQmsgO76MlyUnMFJ2iC5mgFHjcmg07xD_kygcdLYAg-5pCeAeVjE1-4RQPtjVGT082ePBusXVmGGO-YYn15B3MWHV4JE8P5w8dY/s400/replikasi+virus+edit+2.jpg
Daur Lisogenik
Perbedaan antara Daur Litik dan Lisogenik
No.
Daur Litik
Daur Lisogenik
1.
waktu relatif singkat
waktu relatif lama
2.
sel inang mati
sel inang tetap hidup
3.
bersifat virulen (mematikan)
tidak bersifat virulen
4.
ada tahap lisis
tidak ada tahap lisis
5.
tidak ada tahap penggabungan dan pembelahan
ada tahap penggabungan dan pembelahan
6.
terjadi penguasaan terhadap sel inang
terjadi penggabungan inti virus dengan inti inang
7.
daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik
daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik
8.
reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang
reproduksi terikat pada kromosom inang


2. Pembajakan Lima Langkah
           Virus menggandakan dirinya sendiri dengan membajak materi genetik dari suatu sel hidup. Urutan lima langkah ini memperlihatkan bagaimana bakteriofage T4 melaksanakan proses ini.
a. Siklus dimulai dengan merekatkan diri ke dinding sel bakteri
b. Selama tahap penetrasi, DNA virus masuk ke sel.
c. Ia kemudian mengendalikan sel. Proses normal sel terhenti, dan sebagai gantinya ia membuat salinan bagian komponen virus.
d. Dalam tahap penyusunan, bagian-bagian yang berbeda-beda disatukan untuk menghasilkan virus baru.
e. Akhirnya, salinan atau virus "replika" ke luar dari sel.

   F. Peranan Virus bagi Kehidupan

1. Virus yang Menguntungkan:

a. Untuk membuat antitoksin.
b. Untuk melemahkan bakteri.
c. Untuk reproduksi vaksin.
     d. Untuk menjaga keseimbangan populasi.

2. Virus yang Merugikan:

a. Menyebabkan penyakit pada manusia
1) Orthomyxovirus, yang menyebabkan influenza.
2) Paramyxovirus, menyebabkan penyakit campak.
3) Herpesvirus varicella, menyebabkan cacar air.
     4) Corona, menyebabkan SARS (Severe Accute Respiratory Syndroms),   merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.
     5) Virus Cikungunya, menyebabkan penyakit cikungunya.
6) Virus hepatitis A dan hepatitis B, menyebabkan penyakit hepatitis.
7) Virus Onkogen, menyebabkan kanker.
8) Tagovirus (flavovirus), menyebabkan demam berdarah.
9) HIV (Human Imunodeficiency Virus), menyebabkan AIDS (Acquired    Imunodeficiency Syndrome).

b. Menyebabkan penyakit pada hewan
1) Polyma, penyebab tumor pada hewan.
2) Rous Sarcoma Virus (RSV), penyebab kanker pada ayam.
3) Rhabdovirus, penyebab rabies pada vertebrata (anjing, kera, dan lainlain).   Vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur.
4) Tetelo pada ayam atau NCD (New Castle Disease).
5) Penyakit kuku dan mulut pada ternak, seperti sapi dan kambing.

     c. Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
1) Virus mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
2) CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
3) Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi. Vektornya adalah       wereng hijau dan wereng cokelat.

G.Pertahanan Diri Terhadap Serangan Virus

          Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit disebut virulensi. Virulensi virus ditentukan oleh:
a. keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan inang yang memudahkan virus untuk melekat
b. kemampuan virus menginfeksi sel
c. kecepatan replikasi virus dalam sel inang
d. kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus

          Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, kulit yang luka. Jika ada virus yang masuk, sel tubuh akan mempertahankan dengan menghasilkan sel fagosit, antibodi, dan interferon (protein khas).

Note :
  1. Virus → reproduksi :
·         Lisis/litik (pemecahan) → aktif, karena menguasai DNA organisme lain
·         Lisogenik → pasif
  1. Bacteriophage : aktif
  2. Profage : belum aktif
  3. Fagositosis (pada virus) : memakan sesame untuk mengambil alih tugas.
  4. Pantogen : penyebab penyakit (dari pantologi : mempelajari tentang penyakit).




semoga postingan ini membantu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar